Sistem Layanan Terbuka adalah suatu sistem yang memungkinkan pengguna masuk kedalam ruangan koleksi untuk memilih dan mengambil sendiri bahan pustaka yang diinginkan.
Menurut para ahli Sistem Layanan Terbuka :
- Suherman (2009:135), berpendapat dalam layanan terbuka pengunjung dapat meminjam koleksi apapun.
- Soeatminah (1992:139), menyatakan sistem layanan terbuka memperbolehkan pengunjung perpustakaan masuk untuk melihat, membuka-buka bahan pustaka dan mengambilnya dari tempat penyimpanan untuk dibaca ditempat atau dipinjam untuk dibawa pulang.
- Darmono (2001:139), berpendapat bahwa sistem layanan terbuka memungkinkan para pengguna secara langsung dapat memilih, menemukan dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dikehendaki dari jajaran koleksi perpustakaan.
- Syihabuddin Qalyubi (2007:222), menyatakan sistem layanan terbuka membebaskan pengunjung ke tempat koleksi perpustakaan dijajarkan. Mereka dapat melakukan browsing atau membuka-buka, melihat-lihat buku secara langsung. Ketika bahan tersebut tidak cocok, mereka dapat memilih bahan lain yang hampir sama atau bahkan bahan yang berbeda.
Jenis layanan ini memiliki kelebihan sebagai berikut :
a). Pemustaka bebas memilih langsung kedalam rak.
b). Menimbulkan rangsangan membaca kepada pemustaka.
c). Pemustaka dapat mengganti koleksi yang isinya mirip jika bahan pustaka dicarinya tidak ditemukan.
d). Pemustaka dapat membandingkan isi koleksi dengan judul yang dicarinya.
e) Pengguna tidak harus menggunakan katalog.
f). Koleksi lebih didayagunakan.
g). Menghemat tenaga petugas perpustakaan.
Kekurangan pada sistem layanan terbuka adalah :
a). Membutuhkan tata ruang yang baik dan luas agar pemustaka leluasa untuk memilih bahan pustaka yang dicari.
b). Pemustaka cenderung mengembalikan koleksi seenaknya sehingga susunan buku di rak menjadi kacau.
c). Kemungkinan kehilangan koleksi sangat besar.
d). Perlu pembenahan secara teratur atau terus menerus.
Solusi bagi perpustakaan dengan sistem layanan terbuka dalam mejalankan sistem pelayanan agar mendapatkan tujuan utama dalam sistem pelayanan yaitu kepuasan pemustaka adalah dengan cara meminalisir segala kekurangan yang ada, seperti :
a). Memberikan wawasan atau bimbingan kepada pemustka tentang perpustakaan, koleksi, sistem pelayanan, dan hal-hal lainnya yang dapat meningkatkan pengetahuan pemustaka tentang perpustakaan.
b). Menggunakan akses catalog sehingga memudahkan pencarian sebelum menuju ke rak buku
c). Menggunakan alat untuk pengembalian buku agar pemustaka hanya meletakkan buku yang telah digunakannya ke alat tersebut, lalu pustakawan yang meletakkannya kembali kedalam rak.
d). Melakukan pemeliharaan yang lebih sering dan rutin.
e). Menetapkan sanksi bagi pemustaka yang merusak atau menghilangkan bahan pustaka yang digunakannya.
f). Menetapkan KTP sebagai jaminan peminjaman.

