Wednesday, March 18, 2020

Sistem Layanan Terbuka


   

        Sistem Layanan Terbuka adalah suatu sistem yang memungkinkan pengguna masuk kedalam ruangan koleksi untuk memilih dan mengambil sendiri bahan pustaka yang diinginkan.
Menurut para ahli Sistem Layanan Terbuka :
  • Suherman (2009:135), berpendapat dalam layanan terbuka pengunjung dapat meminjam koleksi apapun.
  • Soeatminah (1992:139), menyatakan sistem layanan terbuka memperbolehkan pengunjung perpustakaan masuk untuk melihat, membuka-buka bahan pustaka dan mengambilnya dari tempat penyimpanan untuk dibaca ditempat atau dipinjam untuk dibawa pulang.
  • Darmono (2001:139), berpendapat bahwa sistem layanan terbuka memungkinkan para pengguna secara langsung dapat memilih, menemukan dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dikehendaki dari jajaran koleksi perpustakaan.
  • Syihabuddin Qalyubi (2007:222), menyatakan sistem layanan terbuka membebaskan pengunjung ke tempat koleksi perpustakaan dijajarkan. Mereka dapat melakukan browsing atau membuka-buka, melihat-lihat buku secara langsung. Ketika bahan tersebut tidak cocok, mereka dapat memilih bahan lain yang hampir sama atau bahkan bahan yang berbeda.

        Jenis layanan ini memiliki kelebihan sebagai berikut :

a). Pemustaka bebas memilih langsung kedalam rak.
b). Menimbulkan rangsangan membaca kepada pemustaka.
c). Pemustaka dapat mengganti koleksi yang isinya mirip jika bahan pustaka dicarinya tidak ditemukan.
d). Pemustaka dapat membandingkan isi koleksi dengan judul yang dicarinya.
e) Pengguna tidak harus menggunakan katalog.
f). Koleksi lebih didayagunakan.
g). Menghemat tenaga petugas perpustakaan.

        Kekurangan pada sistem layanan terbuka adalah :

a). Membutuhkan tata ruang yang baik dan luas agar pemustaka leluasa untuk memilih bahan pustaka yang dicari.
b). Pemustaka cenderung mengembalikan koleksi seenaknya sehingga susunan buku di rak menjadi kacau.
c). Kemungkinan kehilangan koleksi sangat besar.
d). Perlu pembenahan secara teratur atau terus menerus.

        Solusi bagi perpustakaan dengan sistem layanan terbuka dalam mejalankan sistem pelayanan agar mendapatkan tujuan utama dalam sistem pelayanan yaitu kepuasan pemustaka adalah dengan cara meminalisir segala kekurangan yang ada, seperti :

a). Memberikan wawasan atau bimbingan kepada pemustka tentang perpustakaan, koleksi, sistem pelayanan, dan hal-hal lainnya yang dapat meningkatkan pengetahuan pemustaka tentang perpustakaan.
b). Menggunakan akses catalog sehingga memudahkan pencarian sebelum menuju ke rak buku
c). Menggunakan alat untuk pengembalian buku agar pemustaka hanya meletakkan buku yang telah digunakannya ke alat tersebut, lalu pustakawan yang meletakkannya kembali kedalam rak.
d). Melakukan pemeliharaan yang lebih sering dan rutin.
e). Menetapkan sanksi bagi pemustaka yang merusak atau menghilangkan bahan pustaka yang digunakannya.
f). Menetapkan KTP sebagai jaminan peminjaman.

Sistem Layanan Tertutup




        Sistem Layanan Tertutup adalah sistem layanan yang tidak memungkinkan pengguna mengambil sendiri koleksi yang dibutuhkan.
Menurut beberapa ahli sistem layanan terbuka :

  • Lasa Hs (1994:5), menyatakan bahwa sistem layanan tertutup adalah suatu layanan yang tidak memungkinkan pengguna untuk memilih dan mengambil sendiri koleksi perpustakaan.
  • Syihabudin Qalyubi (2007:223), menyebutkan bahwa di dalam sistem tertutup pengunjung tidak diperkenankan masuk ke rak-rak buku untuk membaca ataupun mengambil sendiri koleksi perpustakaan. pengunjung hanya dapat membaca atau meminjam melalui petugas yang akan mengambalikan bahan pustaka untuk para pengunjung.


        Jenis layanan ini memiliki kelebihan sebagau berikut :

a). Koleksi lebih terjaga kerapiannya dan susunannya di rak.
b). Tidak membutuhkan ruangan yang luas.
c). Kemungkinan koleksi hilang sangat kecil.
d). Koleksi tidak cepat rusak.
e). Pengawasan dapat dilakukan lebih longgar.
f). Proses temu kembali lebih efektif.

        Jenis layanan ini juga memiliki kekurangan sebagai berikut :

a). Pengguna kurang puas dalam mencari bahan pustaka yang diinginkannya.
b). Koleksi yang didapat kadang-kadang tidak sesuai dengan kebutuhan pemakai.
c.) Tidak semua pemakai paham menggunakan catalog.
d). Tidak semua koleksi dapat didayagunakan.
f). Petugas lebih sibuk.

        Solusi bagi perpustakaan dengan sistem layanan tertutup dalam menjalankan sistem pelayanan tertutup agar mendapatkan tujuan utama dalam sistem pelayanan yaitu kepuasan pemustaka adalah meminimalisir segala kekurangan yang terjadi dengan cara :

a). Meningkatkan skill dan keahlian pustakawan dan memperbanyak sumber daya atau tenaga pengelola dalam perpustakaan dengan sistem layanan tertutup.
b). Menjadikan pustakawan sebagai spesialis di bidangnya sehingga para pemustaka dengan mudah mencari jawaban tentang pustaka yang dicari dengan konsultasi pada pustakawan spesialisnya.
c). Memberikan wawasan tentang perpustakaan, sistem layanan, teknisi dan yang lainnya pada pemustaka sehingga pemustaka paham dan memiliki pengetahuan tentang perpustakaan tersebut.
d). mendeskripsikan abstrak atau daftar isi dari sebuah buku yang di cantumkan pada akses katalog sehingga memudahkan pemustaka mengetahui gambaran sebuah bahan pustaka tersebut.
e). Menjadikan perpustakaan tertutup hanya pada koleksi yang memungkinkan penggunanya memiliki pengetahuan yang cukup atau tidak diterapkan pada perpustakaan yang layanannya ditujukan pada masyarakat awam.