Wednesday, March 18, 2020

Sistem Layanan Tertutup




        Sistem Layanan Tertutup adalah sistem layanan yang tidak memungkinkan pengguna mengambil sendiri koleksi yang dibutuhkan.
Menurut beberapa ahli sistem layanan terbuka :

  • Lasa Hs (1994:5), menyatakan bahwa sistem layanan tertutup adalah suatu layanan yang tidak memungkinkan pengguna untuk memilih dan mengambil sendiri koleksi perpustakaan.
  • Syihabudin Qalyubi (2007:223), menyebutkan bahwa di dalam sistem tertutup pengunjung tidak diperkenankan masuk ke rak-rak buku untuk membaca ataupun mengambil sendiri koleksi perpustakaan. pengunjung hanya dapat membaca atau meminjam melalui petugas yang akan mengambalikan bahan pustaka untuk para pengunjung.


        Jenis layanan ini memiliki kelebihan sebagau berikut :

a). Koleksi lebih terjaga kerapiannya dan susunannya di rak.
b). Tidak membutuhkan ruangan yang luas.
c). Kemungkinan koleksi hilang sangat kecil.
d). Koleksi tidak cepat rusak.
e). Pengawasan dapat dilakukan lebih longgar.
f). Proses temu kembali lebih efektif.

        Jenis layanan ini juga memiliki kekurangan sebagai berikut :

a). Pengguna kurang puas dalam mencari bahan pustaka yang diinginkannya.
b). Koleksi yang didapat kadang-kadang tidak sesuai dengan kebutuhan pemakai.
c.) Tidak semua pemakai paham menggunakan catalog.
d). Tidak semua koleksi dapat didayagunakan.
f). Petugas lebih sibuk.

        Solusi bagi perpustakaan dengan sistem layanan tertutup dalam menjalankan sistem pelayanan tertutup agar mendapatkan tujuan utama dalam sistem pelayanan yaitu kepuasan pemustaka adalah meminimalisir segala kekurangan yang terjadi dengan cara :

a). Meningkatkan skill dan keahlian pustakawan dan memperbanyak sumber daya atau tenaga pengelola dalam perpustakaan dengan sistem layanan tertutup.
b). Menjadikan pustakawan sebagai spesialis di bidangnya sehingga para pemustaka dengan mudah mencari jawaban tentang pustaka yang dicari dengan konsultasi pada pustakawan spesialisnya.
c). Memberikan wawasan tentang perpustakaan, sistem layanan, teknisi dan yang lainnya pada pemustaka sehingga pemustaka paham dan memiliki pengetahuan tentang perpustakaan tersebut.
d). mendeskripsikan abstrak atau daftar isi dari sebuah buku yang di cantumkan pada akses katalog sehingga memudahkan pemustaka mengetahui gambaran sebuah bahan pustaka tersebut.
e). Menjadikan perpustakaan tertutup hanya pada koleksi yang memungkinkan penggunanya memiliki pengetahuan yang cukup atau tidak diterapkan pada perpustakaan yang layanannya ditujukan pada masyarakat awam.

0 comments:

Post a Comment